Ragam Suku Budaya Di Nusantara

suku budaya

Budaya itu sangat penting karena itu budaya merupakan harkat serta martabat kita sendiri sesuai the law of culture sehingga setiap kita lawabiding culture in the every region. Ketika upacara perkawinan tiba, ibunya dating di pesta itu berharap siap berjumpa denganputranya secepatnya. Dia malu kepada istrinya olehkarena itu ibunya kelihatan sangat uzur renta dan miskin, dia menyuruh ibunya untuk menghindar dari tempat itu.

Sampai masa ini masih banyak orang Mandailing menyebut Natar untuk Natal, termasuk Batang Natar guna Batang Natal. Menurut perkembangan sejarah suku Asli nun ada di Propinsi Riau, baik yang ada dalam Rupat Utara maupun dalam Indragiri Hilir dahulunya dikategorikan dari Siak Sri Indrapura yang termasuk Kerajaan Melayu Riau.

Di sepanjang Sungai Batang Kenya ada sebuah bagian yang disebut Lubuk Larangan yang panjangnya kira-kira 1 km. Biasanya dua kali dalam setahun terbuka bagi umum untuk menangkap ikan akan tetapi dalam bantuk yang terorganisir. Seseorang yang ingin masuk ambil bagian dalam menyita ikan harus mendaftarkan dirinya kepada sekretariat dan mesti membayar uang pendaftaran. Duit tersebut dipergunakan untuk kepentingan umum dalam komunitas bangsa tersebut. Gagasan dibalik lubuk larangan ini adalah untuk menghasilkan pendapatan untuk desa dan pelestarian ikan-ikan luar biasa seperti ikan merah.

Serasi dengan fungsi Bagas Godang dan Sopo Godang, ke-2 bangunan adat tersebut melambangkan keagungan masyarakat Huta untuk suatu masyarakat yang diakui sah kemandiriannya dalam menunaikan pemerintahan dan adat di masyarakat Mandailing. Bagas Godang senantiasa dibangun berpasangan beserta sebuah balai sidang kebiasaan yang terletak di hadapan atau di samping Wisma Raja. Balai sidang kebiasaan tersebut dinamakan Sopo Sio Rancang Magodang atau Sopo Godang. Bangunannya mempergunakan tiang-tiang besar yang berjumlah sedikit sebagai-mana jumlah anak tangganya. Untuk melambangkan bahwa pemerintahan dalam Huta adalah rezim yang demokratis, maka Sopo Godang dibangun tanpa pada dinding.

Kerajaan ini dibangun sejak abad ke-17 sama Raja Kecil yang diberikan gelar Sultan Siak yang berada dipinggiran Sungai Siak. Didaerah siambul terjadi seminar antar orang-orang Talang Mamang dengan orang pendatang dibanding siam, kemudian mereka hidup bersama. Untuk mengenal orang2 siam, maka pemukiman tersebut dinamakan siambul / Talang Siambul.

Dengan ditempatkannya Gordang Sambilan sebagai instrumen musik kesenian tradisional Mandailing, oleh sebab itu alat musik ini sudah biasa digunakan untuk berbagai kepentingan di luar konteks upacara adat Mandailing. Misalnya menerima kedatangan tamu agung, perayaan nasional dan acara sekacip pinang berbagai upacara besar juga haru raya Idul Fitri. Gordang Sambilan di perdengarkan hanya dalam kegiatan kerajaan, Diantaranya acara Pernikahan ataupun penyambutan Tamu Kerajaan. Sebelum Gordang Sambilan di perdengarkan pada wajibkan untuk memotong Kerbau. Tempat Gordang sambilan berpunya di alunalun Bagas Godang. Seiring berkembangnya kultur sosial masyarakat saat ini Gordang sambilan sudah lebih acap di perdengarkan baik pada pesta Pernikahan, Penyambutan & Hari besar. Ungkapan dalam bahasa Mandailing “natarida” yang artinya yang tampak (dari kaki Gunung-gunung Sorik Marapi di Mandailing).

Sampuraga berkata “Hei orang tua, kamu bukan ibu kandungku, ibuku telah lama menyisih dunia. Ibunya pun menghindar sambil memohon dan berdo’a kepada Allah SWT, Sampuraga dikutuk oleh ibunya & kedurhakaannya tidak lain ialah disebabkan oleh kekayannya, ibunya memeras air susunya, Sampuraga lupa bahwa ia pernah disusui oleh ibunya. Bagi kehendak Allah SWT, datanglah badai tiba-tiba disekitar teritori istana menjadi banjir dan dihempas oleh air.

Aksi memakai koteka bukan hanya mahasiswa saja nun mengenakannya ke kampus namun pada tanggal 29 Mei 2018 ada beberapa penuntut dan pemuda memakai koteka kemudian ke Abe Lingkungan untuk membaca koran. Namun pada saat itu kami sampai Abe lingkaran sebab hari besar rekan-rekan muslim sehingga tempat-tempat penjualan tebaran pun tidak dibuka akhirnya kami balik dari teritori ke Asrama Mimika serta Acemo untuk bertamu di sana. Aksi memakai baju adat pada tanggal 29 Mei adalah Devio Tekege, Sisilia Elopere, Iki Pekei dan Adolus Asemki. Akal budi tidak dibatasi oleh ruang dan waktu karena budaya merupakan suatu kebiasaan bangsa setempat sukar dirubah pada tempo yang sesingkat-singkatnya, sekalipun saat ini adalah zaman digitalisasi. Budaya bersifat inti sari sehingga keabstrakan itu member wujud dan nyatakan serasi aktivitas masyarakat setempat pada bersifat budaya.

About Willion

Check Also

Edo Kondologit Nilai Acara ‘Merajut Nusantara’ Sukses Persatukan Ragam Suku

Ikatan pada perkawinan di suku kebiasaan Biak akan ditandai secara membayar simbol-simbol mas kawin keluarga …