Pertunjukan Wayang Leather

Wayang

Irama gamelan yang rancak berpadu secara suara merdu para sinden takkan membiarkan anda tanggal dalam kantuk. Cerita yang dibawakan sang dalang bakal membawa anda larut seolah ikut masuk menjadi cela satu tokoh dalam kisah yang dibawakan. Anda pun dengan segera akan menyadari betapa agungnya budaya Jawa di masa lalu.

Guritno lebih lanjut memaparkan, jumlah homo kotak wayang purwa beredar 200 buah. Merujuk RM Sajid, Guritno mencatat seorang dalang profesional setidaknya mempunyai sebanyak 176 buah wayang ditambah 21 macam senjata yang biasa digunakan oleh berbagai tokoh tersebut. Bakal tetapi, jikalau tiap-tiap wajah wayang hendak diwujudkan di berbagai ‘wandha’—yaitu ekspresi & ungkapan watak serta penetapan batin mereka—maka seturut Guritno, jumlahnya bisa meningkat menjadi dua atau tiga kesempatan lipat. Untuk cara pementasannya hampir sama dengan wayang kulit, yakni lakon serta cerita dimainkan oleh seorang dalang. Yang membedakan, dialognya biasanya dibawakan dalam kaidah Sunda.

Tidak cuma itu, pertunjukkan wayang pula diselingi dengan cerita kehidupan sosial bermasyarakat, yang terkait berbagai aspek, berumah tangga, keberagaman, ekonomi, hingga ketatanegaraan. Semua itu disajikan untuk menjadikan pertunjukan wayang tak sekadar tontonan, tapi juga tuntunan yang dapat diterima oleh masyarakat. Cerita-cerita dengan diangkat oleh dalang saat membawakan pertunjukan wayang kulit biasanya diambil dari cerita-cerita rakyat dan mitos dengan dipercaya masyarakat setempat. Biarpun datang hanya untuk berjualan wayang, Mbah Binah menyetujui, sudah melakoninya sejak suaminya, Arjo Sakiyo, masih kehidupan. Padahal, pagelaran wayang leather malam Jumat Kliwon ini pertama kali digelar tahun 1992 silam.

Begitulah sosok Mbah Binah di tengah hingar-bingar pikuk pagelaran wayang risa malam Jumat Kliwon dalam gedung kesenian terletak pada Jalan Sriwijaya 29 Semarang, belum lama ini. Sudah biasa belasan tahun dia bukan pernah absen dari pagelaran wayang kulit dilakukan pada setiap selapan oleh Teater Pilin itu. Malam di Yogyakarta akan terasa hidup kalau anda melewatkannya dengan melihat wayang kulit.

Tidak sedikit masyarakat Nusantara yang lebih menyukai pikiran asing seperti K-Pop Korea, budaya western dan lain-lain dibandingkan wayang. padahal, akal budi Wayang ini merupakan salah satu budaya yang menarik, bahkan masyarakat asing luar biasa antusias dengan budaya kita yang satu ini. Bukan sedikit warga negara asing berkunjung ke negara member hanya karena mereka akan melihat dan menikmati bermacam-macam kebudayaan yang kita miliki. Bagi orang-orang yang mengerti cerita wayang, menggemari pertunjukkannya karena menyajikan cerita yang menarik dan tokoh-tokoh dengan dapat diteladani.

Pihaknya juga bakal meninjau bagaimana respons warga dalam mengapresiasi pertunjukan kebudayaan secara daring. Makanya kini dikenal banyak bentuk wayang, dari segi bahan, wajah, dan cerita. Proses penipuan dari wujud manusia telah terlihat dalam seni perihal sebelum Islam, yang terkabul dalam relief candi-candi. Pasalnya waktu itu pun tips penggambaran tokohnya memperlihatkan muka menyamping, dua bahu dengan terlihat dari arah menempel, disambung dengan dada & perut dari arah samping, dan berakhir dengan uci-uci bagian bawah yang menampakkan kedua kaki. Menariknya lagi, pertunjukan wayang bukan semata ditonton dari posisi bingkai belakang ‘dalang’, namun juga lazim ditonton dari sosok belakang layar atau di bahasa Jawa disebut ‘kelir’.

Kalender pagelaran wayang kulit ini digelar dengan lakon ‘Sang Basukarno’ dan dihadiri nenek Ki Sudjiwo Tedjo. Sesuatu tersebut terlihat dari pertunjukan wayang kulit malam Jumat Kliwon yang digelar Teater Lingkar bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Metropolitan Semaran, pada Kamis (9/1/2020) malam. Pementasan wayang kulit maupun orang dengan menggunakan konsep daring artinya tidak ada yang menonton dengan langsung.

Setidaknya terdapat dua dampak positif yang ingin MPR dapat dari generasi milenial ini. Kedua MPR ingin menjaga budaya daerah dengan memperkenalkan seni budaya tanah larutan kepada generasi muda golongan.

Dalam konteks inilah sandiwara wayang dilihat sebagai presentasi bayangan. Jika ditanyakan memikat mana, menikmati menonton wayang dari sisi belakang si-dalang ataukah dari sisi besok kelir, maka jawabannya sudah biasa tentu akan berbeda-beda renggangan satu orang dengan orang lainnya. Selain dalang, perkataan unsur pertunjukan lainnya yakni ‘niyaga’, yaitu para pemain musik gamelan. Alat musik untuk mengiringi pertunjukan wayang purwa setidaknya ada lima belas peralatan gamelan, dengan membutuhkan sedikitnya sepuluh orang-orang untuk memainkannya. Ini berguna ada beberapa orang yang mampu merangkap memainkan kurang lebih alat musik gamelan, kalau jumlah niyaga kurang dari lima belas.

Di Bali serta Jawa, pertunjukan wayang risa sering kali menggabungkan cerita-cerita Hindu dengan Budha serta Islam. Selain kisah-kisah religius, cerita-cerita rakyat serta mitos sering digunakan. Wayang merupakan suatu kesenian yang dimiliki oleh berbagai daerah dengan ciri khasnya masing – masing, di antaranya ialah wayang kulit, wayang golek, dan wayang suket yang kesemuanya memiliki ciri khasnya sendiri. DiCirebonjuga ada kesenian wayang kulit yang mempunyai perbedaan dari daerah lainnya di Indonesia, wayang juga berperan penting dalam penyebaranIslamdi daerahCirebonyang dilakukan oleh Wali Songo sehingga masyarakat bertambah mudah menerimanya. Berikut ini kami ulas mengenai kesenian wayang kulit khasCirebon.

About Willion

Check Also

Covid

Demikian juga saat masuknya Islam, ketika pertunjukan yang menampilkan “Tuhan” / “Dewa” dalam wujud wong …