Pagelaran Wayang Kulit Surat

Wayang

Usulan juga visibel dari UNESCO, yang artinya Hari Wayang Nasional pula merupakan Hari Wayang Dunia. Dengan peringatan hari itu, harapannya masyarakat akan mudah dalam merayakan dan menyemaikan wayang. Beruntung Presiden Joko Widodo telah menetapkan Perian Wayang Nasional yang diperingati setiap 7 November. Penetapan yang dilakukan Desember 2018 lalu itu merupakan usulan dari masyarakat, organisasi pendidikan dan keilmuan.

Seni serta budaya merupakan satu diantara tumpuan untuk mengharmonisasikan seluruh buku kehidupan dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Mengutip organ berjudul Wayang Sebagai Warisan Budaya Dunia yang ditulis oleh Soetrisno R, tahun 2010, wayang merupakan khilaf satu unsur jati muncul bangsa Indonesia dan mampu membangkitkan rasa solidaritas pergi ke persatuan.

Wayang mempunyai peran yang bermakna dalam roh dan pembangunan budaya, khususnya untuk membentuk watak golongan. Harapannya, melalui pertunjukkan wayang, sebuah program dapat disampaikan ke masyarakat dengan lebih baik, dan cinderamata menjadi simbol karakter baik nun diinginkan. Sebenarnya, Wayang Ajen ini merupakan hasil metamorfosis dari wayang golek primitif. Namun di tangan Wawan dan Arthur, Wayang Ajen ditampilkan dengan lebih fresh dan lebih kekinian. Sebab masih dalam situasi penyebaran pandemi Covid-19, pagelaran ini tidak bisa disaksikan sinambung oleh masyarakat.

Untuk diketahui, cerita atau lakon Kresno Duto merupakan lanjutan dari cerita Wiratha Parwa yang mengisahkan tentang masa akhir pengasingan rombongan Pandawa selama dua belas tahun di hutan Kaniyoko. Selama 30 tahun melestarikan wayang jimat Arjuna ini, selama itu pula Sumitro sudah hapal bagaimana mengutarakan wayang tersebut. Ia mengakui jika ketika pertama kesempatan menjadi penjaga peti, acap terdengar suara ketukan setiap malam Jum’at kliwon dengan berasal dari dalam peti dimana Arjuna disimpan.

Hanya Forkopimda di lingkungan Pemkab Bandung yang dapat menyaksikan sinambung dengan menerapkan protokol kesehatan tubuh. Dalam sebuah pengumuman, acara wayang kulit dimulai lebih kurang pukul 19. 00 WIB. Turut hadir memeriahkan renggangan lain, Butet Kartaredjasa, Den Baguse Ngarso, Kirun, dan Soimah. Lakon lakon dengan dimainkan kebanyakan lakon carangan dari epos Mahabarata secara cerita yang khas Betawi, seperti Bambang Sinar Matahari, Barog Buta Sapujagat, Cepot Jadi Raja, Banteng Ulung Jiwa Loro, Perabu Takalima Danawi, dan lain sebagainya.

Tak seharga membuka workshop, dukungan Astra dalam mengembangkan potensi perajin wayang kulit di Dukuh Butuh juga dilakukan beserta menyediakan alat-alat yang digunakan dalam proses pembuatan wayang, seperti tatah, alat pewarna, dan lain sebagainya. Khilaf satu program KBA itu adalah membuka pelatihan penggarapan wayang kulit di Maktab Dasar di sekitar Dukuh Butuh. Diharapkan program ini dapat terus berjalan langkas, hingga diperluas sejak unit Pendidikan Anak Usia Dini hingga level Sekolah Mengusik Atas.

About Willion

Check Also

Covid

Demikian juga saat masuknya Islam, ketika pertunjukan yang menampilkan “Tuhan” / “Dewa” dalam wujud wong …