Mengikat, Mengenal Budaya Suku Jawa

suku budaya

Yulius Yohanes meningatkkan, supaya jangan datang dalam menyelesaikan konflik ladang di atas tanah etiket Dayak Tomun di Tanah air Laman Kinipan, semata-mata menyandarkan aplikasi dan sudut pandang hukum positif. Itulah dengan menyebabkan, ketika PT SML mencengap hutan adat di Provinsi Laman Kinipan, semata-mata mengendalkan azas legalitas perizinan dibanding Pemerintah Republik Indonesia, langsung mendapat protes keras dibanding kalangan Suku Dayak Tomun. Sehingga berujung pada kriminalisasi dilakukan kelembagaan Polri lawan Efendi Buhing bersama 5 warga Desa Laman Kinipan lainnya.

Material pembuatan Rumah Tambi berasal dari daun rumbia atau ijuk kelapa maupun daripada sawit. Tradisi unik tersebut merupakan upacara pemakaman daripada masyarakat Toraja yang mempunyai biaya yang sangat mahal karena diberlangsungkan secara riang. Keluarga yang telah tenang dianggap belum mendapatkan kesempurnaan jika tidak dimakamkan dengan Rambu Solo’. “Efendi Buhing dan kawan-kawan, tidak larat hanya ditangguhkan penahannya, akan tetapi harus dibebaskan dari sekalian tuntutan hukum.

Dia yakin, materi PAI yang pluralis akan menjadi perekat bangsa dalam memperkuat kebhinekaan ketika para murid di semua sekolah sejak awal sudah diajarkan nilai-nilai ketuhanan, kebersamaan, dan toleransi kepada sesama anak kerabat. Keberagaman tersebut dapat membuahkan munculnya perbedaan pendapat dengan memicu lepas kendali, tumbuhnya perasaan kedaerahan yang kelewatan yang dapat memicu terjadinya konflik antardaerah atau antarsuku bangsa. Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari mampu menjadi satu di renggangan faktor pendorong persatuan serta kesatuan bangsa. Selain di aspek pembangunan, persatuan dan kesatuan juga berperan penting dalam meningkatkan harga muncul bangsa.

Yulius Yohanes, mengesahkan penangguhan penahan terhadap Efendi Buhing, Ketua Komunitas Adat Dayak di Desa Pekarangan Kinipan, bersama 5 orang lainnya, terkait konflik masyarakat Adat Dayak Tomun dalam mempertahankan Tanah Adat Dayak yang dirampas PT SML. Terakhir, Ahmad Basarah bertafakur gagasan untuk menyempurnakan kurikulum dan metode pengajaran PAI yang disampaikan Prof Abdul Mu’ti segera bisa direalisasikan oleh pihak-pihak yang berkompeten.

Seperti diketahui sejumlah elemen massa dari menyiapkan aksi mendesak agar pegawai pemerintah kepolisian segera menangkap dan memproses hukum tindakan oknum yang dinilai menghina Puak Tolaki lewat unggahan di media sosial Facebook hari April 2020. “Atau petunjuk adat, disuruh kerja, diusir dari kampung, dikucilkan hingga hukuman mati, ”ujarnya.

About Willion

Check Also

Edo Kondologit Nilai Acara ‘Merajut Nusantara’ Sukses Persatukan Ragam Suku

Ikatan pada perkawinan di suku kebiasaan Biak akan ditandai secara membayar simbol-simbol mas kawin keluarga …