Katanya ogah disebut selingkuhan atau perusak hubungan orang, namun lah kok tertarik dengan pasangan orang lain? Wah, bagaimana ini?

Anda mencintai seorang pria. Dia begitu sempurna di mata Anda. Memang dia tidak selalu berada dekat dengan Anda. Bahkan, hanya sesekali saja, Anda bisa bertemu dengannya.

Sampai suatu hari, Anda mendapat angin segar. 

Anda menangkap cerita di atas? Mungkin bukan Anda yang mengalaminya, tapi bisa jadi Anda mengalaminya. Menjadi pihak ketiga. Pihak yang dikatakan orang sebagai perusak kebahagiaan orang, perusak rumah tangga orang, wanita tak tahu diri, atau apalah namanya.

Apa saat ini Anda sedang memiliki hubungan terlarang itu? Kalau yah, saya tidak menyalahkan Anda, namun juga tidak mungkin membenarkan Anda.

Dilihat dari segi cinta, kita semua tahu bahwa cinta tidak pandang bulu.

Anda tidak bisa mengatur diri Anda untuk jatuh cinta pada siapa.

Perasaan itu datang begitu saja tanpa permisi dan kerap menyergap, menjerat Anda dengan hebatnya.

Namun, jika dilihat dari segi status, jelas posisi menjadi pihak ketiga itu adalah sebuah kesalahan yang fatal. Entah dia sudah menikah, hanya berpacaran, atau sekedar baru bertunangan, dia sudah terikat dengan orang lain. Intinya, jangan mengharapkan pria yang masih berstatus double.

Coba tempatkan diri Anda di posisi pacarnya, tunangannya, atau istrinya! Bagaimana bila pria Anda yang digoda, diincar, atau dikejar wanita lain?!

Jangan pernah berpikir bahwa Anda tidak peduli semua itu. Ini adalah salah satu kelemahan wanita yang sering membuat wanita sengsara sendiri. Yaitu, tidak berpikir panjang.

Mungkin sekarang semuanya baik-baik saja. Namun, apa yang membuat Anda berani begitu yakin bahwa dia tidak akan melakukan hal yang sama dengan Anda, seperti yang dilakukannya pada gadisnya yang dulu. Mengkhianati. Meninggalkan untuk seseorang yang lebih ‘baik’.

Jangan terlalu naif! Jangan mau dibodohi oleh yang namanya cinta.

Cinta bukanlah segala-galanya dalam hubungan.

Masih banyak hal penting lainnya dalam hubungan, di antaranya adalah komitmen dan kesetiaan.

Kalau seorang pria dengan mudahnya tidak setia dengan seorang gadis, maka kemungkinan besar dia juga tidak akan setia dengan Anda.

Pilihlah, carilah, dan jalanilah hubungan yang aman (dengan pria single yang baik-baik tentunya).

Mengapa Anda memilih hubungan yang sulit dan menguras banyak air mata, jika Anda dapat memilih hubungan lain yang lebih sehat?!

Dia bukanlah pria satu-satunya di dunia ini. Kalau dia jodoh Anda, maka dia akan kembali pada Anda.

Tapi, bukan dengan cara Anda. Anda tidak berhak bahkan dilarang keras merebutnya.

Jadi, lepaskan yang bukan milik Anda.

Memang dan pasti berat rasanya, namun Anda pasti bisa. Masa depan yang lebih baik menanti Anda sebagai wanita terhormat, bukan sebagai wanita yang dikenal sebagai pihak ketiga.

Lagipula, ingatlah kalau Anda menabur angin, maka badailah yang akan Anda tuai. Jadi, jangan bermain api.

Mundurlah selagi ada kesempatan. Anda tak mau? Paksa diri Anda.

Luka Anda akan sembuh seiring berjalannya waktu. Ketika waktu itu tiba, maka Anda pun siap menyambut pria Anda sendiri.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.