Kesenian Rakyat Tradisional Dalam Bali

kesenian jawa tengah

Pada umumnya cerita dan penokohan pada kesenian wayang kulit diambil dari kisah Mahabarata dan Ramayana. Namun dalam versi pewayangan Jawa, cerita tersebut sudah banyak dilakukan perubahan.

Rencong adalah senjata tradisional Aceh, bentuknya menyerupai huruf L, dan bila dilihat lebih dekat bentuknya merupakan kaligrafi tulisan bismillah. Disebutkan pula bahwa dalam adat Aceh terdapat pantangan masuk hutan atau hari-hari yang dilarang. Karena orang Aceh kental keislamannya, hari yang dicekal itu biasanya berkaitan melalui “hari-hari agama”. Apa sebab tubuh mereka tidak dimakan senjata, hal ini berdasarkan mereka oleh karena sebuah keyakinan bahwa yang berkuasa hanya Khalik sedangkan makhluk sama-sama tidak berkuasa; oleh karena itu besi makhluk dan orang pun makhluk.

Tari ini di pergunakan untuk menyampaikan pesan-pesan pada keagamaan pendidikan dan pembangunan. Walaupun tombak ini punya bentuk yang simple, tombak memiliki ketajaman pada matojo pisaunya, sehingga dapat diandalkan dalam peperangan. Mata pisaunya mampu menangkis setiap serangan dengan bidikan tajam.

Pada awalnya tarian ini sangat identik dengan warna kuning lalu hijau. Usia disi buah hati menjadi hal yang berarti untuk mengenalkan segala bentuk kesenian yang ada dalam Jawa Tengah. Karena di usia masih anak ~ anak, segala informasi dengan mudah diserap oleh mereka. Sangat disayangkan jika anak – anak di Jawa Tengah sudah dikenalkan budaya dan kesenian asing ketika masih kecil.

Wayang purwa sebutan lain bagi wayang kulit biasa dimainkan oleh seorang narator yang disebut dalang. Dalang ini bertugas untuk mengatur jalannya cerita dan memainkan gerak para tokoh wayang kulit. Masyarakat Jawa biasa menggunakan bahasa jawa dalam percakapan sehari-hari. Bahasa jawa sendiri mempunyai beberapa tingkatan tergantung dari dengan siapa percakapan itu berlangsung. Pangeran Kling mengembara hingga ia menemukan sebuah pulau terpencil yang belum berpenghuni.

Pada ketika para penabuh rapai selagi memukul rebana sehebat-hebatnya, hingga para pemain rencong memusatkan seluruh pikirannya pada keyakinan diatas, sedikit pun gak boleh bergoyang, dan semisalnya goyang pastilah senjata maka akan makan tubuh mereka. Laweut berasal dari kata Seulawet, sanjungan pada Nabi Muhammad S. A. W tari ini di persembahkan akibat delapan orang wanita dalam disebut juga seudati iring.

Mereka bahu-membahu membangun pemukiman, dan akhirnya mereka juga mendirikan sebuah kerajaan yang diberi nama Javacekwara. Keturunan pangeran inilah yang dianggap sebagai nenek moyang suku jawa menurut Babad Tanah Jawa. Dua tokoh raksasa yang tingginya 2, 5 meter ini dulunya sering menghibur masyarakat Betawi di segala kegiatan, mulai dari kenduri hingga acara-acara pemerintahan yang besar.

Kirab seribu apem adalah routine yang digelar oleh penduduk Kampung Sewu, Solo. Digelarnya ritual ini adalah seperti ungkapan rasa syukur penduduk Kampung Sewu. Di sisi lain, acara ini digelar untuk mengenalkan Kampung Sewu sebagai daerah pemroduksi apem. Tujuan lain diadakannya routine ini ialah agar penduduk terhindar dari bencana. Buat jumlah penari tidak disyaratkan, namun untuk kostum dalam biasa digunakan adalah kostum kemben yang sebahu dilengkapi dengan selendang.

Mereka ini seperti batang pohon yang saling berdekatan, saling menopang, walaupun karena saking dekatnya kadang-kadang saling gesek. Namun, pertikaian tidak membuat hubungan satu marga bisa terpisah. Diumpamakan seperti air yang dibelah dengan pisau, kendati dibelah tetapi tetap bersatu. Namun kepada semua orang Batak dipesankan harus bijaksana kepada saudara semarga.

Silsilah atau Tarombo merupakan suatu hal yang sangat penting bagi orang Batak. Bagi mereka yang tidak mengetahui silsilahnya akan dianggap sebagai orang Batak kesasar. Orang Batak diwajibkan mengetahui silsilahnya minimal nenek moyangnya yang menurunkan marganya dan teman semarganya. Hal ini diperlukan agar mengetahui letak kekerabatannya dalam suatu klan atau marga.

Ritual kanibalisme telah terdokumentasi dengan baik di kalangan orang Batak, yang bertujuan untuk memperkuat tondi pemakan itu. Secara khusus, darah, jantung, telapak tangan, dan telapak kaki dianggap sebagai kaya tondi. Dongan Tubu/Hahanggi disebut juga Dongan Sabutuha adalah saudara laki-laki satu marga.

Terbuat dari bambu dan mengenakan baju berwarna cerah, ondel-ondel memiliki dua jenis wajah. Merah untuk ondel-ondel pria dan putih untuk ondel-ondel wanita.

About Willion

Check Also

Deretan Seni Pertunjukan Tradisional Indonesia, Ada Yang Sudah Mendunia

Pakaian keseharian adalah pakaian yang digunakan saat melakukan aktivitas sehari-hari. Kebudayaan paling mudah dikenali dari …