Kesenian Betawi Ini Mulai Jarang Terlihat Di Jakarta, Berkaitan Saja?

kesenian betawi

Bagian sanggul pengantin wanita bisa dihiasi dengan bunga melati dan dibentuk seperti ronjee dan sisir. Pengantin wanita suku Betawi juga bisa menggunakan perhiasan untuk mempercantik tampilan. Pengantin anita bisa mengenakan kalung lebar, gelang listing, dan hiasan teratai manik-manik untuk bisa dikenakan di leher agar terlihat lebih elegan. Nah, walau Jakarta begitu dekat dengan Jawa Barat namun pakaian adat sehari-harinya tentu saja tidak sama.

Rebana Ngarak biasanya mengarak mempelai pengantin pria menuju ke rumah mempelai pengantin wanita. Syair shalawat itu diambil dari kitab maulid Syarafal Anam, Addibai, atau Diiwan Hadroh. Karena berfungsi mengarak itulah, Rebana Ngarak tidak statis di satu tempat saja. Selanjutnya alat musik Keroncong Tugu ditambah dengan suling, biola, rebana, mandolin, cello, kempul, dan triangle. Dulu sering membawakan lagu berirama melankolis, diperluas dengan irama pantun, irama stambul, irama Melayu, langgam keroncong, dan langgam Jawa.

Kain batik tidak hanya berakhir sebagai bawahan untuk kebaya, namun juga sudah kaum perempuan menjadikan batik sebagai gaun maupun atasan. Sehingga tidak terkesan ketinggalan zaman, justru mampu meningkatkan kecintaan akan warisan budaya nasional.

Pada 2 Oktober 2009, UNESCO akhirnya mengakui bahwa batik adalah warisan budaya yang berasal dari Indonesia. Sejak saat itulah, batik kian populer dan dikenakan untuk berbagai kesempatan. Serta yang paling dapat dilihat adalah penggunaan pakaian adat Jawa yang mulai surut. Pakaian adat Jawa banyak dikenakan dalam berbagai kesempatan, baik formal maupun kasual.

Perpaduan budaya berbagai etnis dapat dilihat pada tari Balanse Madam yang berasal dari komunitas Nias di Padang. Tari yang diciptakan pada abad ke-16 ini dipengaruhi oleh budaya Portugis, Minangkabau dan budaya Nias sendiri.

Tanjidor merupakan musik kesenian khas Betawi yang sebenarnya dahulu dipersembahkan untuk orang-orang Belanda. Seiring dengan perkembangan zaman, model pakaian batik pun kian beragam.

Pada tahun yang sama pemerintah kota juga mulai menyelenggarakan Festival Sitti Nurbaya, pergelaran tahunan yang mengangkat adat dan tradisi Minangkabau. Kota ini menempatkan sektor industri, perdagangan dan jasa menjadi andalan dibandingkan dengan sektor pertanian dalam mendorong perekonomian masyarakatnya. Hal ini terjadi karena transformasi ekonomi kota cenderung mengubah lahan pertanian menjadi kawasan industri.

Pada masa kini tari ini juga ditampilkan oleh masyarakat etnis lain, seperti Minangkabau dan Tamil. Festival yang dipusatkan di RTH Imam Bonjol tersebut diikuti oleh kelurahan se-Kota Padang dan berhasil memasak 5, 2 ton daging, sehingga tercatat dalam Museum Rekor Indonesia sebagai perlombaan memasak dengan daging dan peserta terbanyak.

Secara masif, masyarakat berbondong-bondong beralih mengenakan batik untuk pokok formal. Bahkan instansi-instansi, benar pemerintah maupun swasta, dan sekolah-sekolah menambahkan batik sebagai seragam wajib. Sehingga dapat diartikan sebagai menggambar titik-titik pada kain yang lebar.

Walaupun di sisi lain industri pengolahan di kota ini telah memberikan kesempatan lapangan pekerjaan yang cukup berarti. Tercatat sejak tahun 1770 diberangkatkan dari pelabuhan kota ini 0, 3 miliar pikul lada dan 0, 2 miliar gulden emas per tahunnya.

About Willion

Check Also

5 Kesenian Khas Indonesia Dari Berbagai Kota Halaman All

Ketua Angguk Buiza Ayudio, Syahputra mengungkapkan bahwa kesenian yang spesial dikarenakan di dalam musiknya mengandung …