Kerukunan Etnik Dan Budaya Indonesia Halaman All

suku budaya

Suku Dayak di Kalimantan (Dok. Pesona Indonesia)Suku unik Nusantara berikutnya adalah suku Dayak yang mendiami wilayah pedalaman Kalimantan dan jauh dari akses informasi global. Pintu rumah harus menghadap di utara/selatan (kecuali rumah sang Pu’un atau ketua adat). Sesudah perjanjian ini ditandatangani, populasi orang Inggris berkembang dengan segera melebihi populasi orang Māori. Dan lebih dari seabad sesudah penandatanganan perjanjian tersebut, budaya Pākehā menjadi raya di New Zealand. Orang-orang Māori saat itu diharapkan untuk beradaptasi dengan pikiran Pākehā.

Perpaduan bahan-bahan tersebut akan menciptakan sensasi rasa yang memanjakan menceletuk. Suku Dayak di Kalimantan Timur memiliki tarian tertentu yang bernama Tari Gantar. Tarian ini merupakan satu tari pergaulan muda-mudi Puak Dayak Benuaq dan Umat Dayak Tunjung yang terdapat di Kabupaten Kutai Barat. Dilansir dari wikipedia, tarian ini menunjukkan ekspresi kegembiraan serta keramah-tamahan mereka ketika menyambut tamu, baik wisatawan atau orang-orang yang dihormati. Fungsi dari tari ini juga sebagai tarian keinginan untuk para pahlawan daripada medan perang.

Umumnya, Suku Dayak menggunakan alat pemanjang daun telinga itu dengan anting-anting berbentuk rantai dari tembaga, atau pada Bahasa Kenyah disebut Belaong. Meski begitu, suku Dayak punya keunikan sendiri, terlihat dari cara mereka berpakaian, menjalani kehidupan sehari-hari, & upacara/ritual yang dilakukan.

Selanjutnya, tuan rumah harus membuat pesta dengan menyembelih babi dan ayam. Seiring perkembangan zaman, tradisi ini jadi pengingat masyarakat Bagan Siapiapi untuk tak lupa beserta kampung halamannya. Ritual tersebut diadakan dengan cara menghasilkan kapal layar yang nantinya akan dibakar. Omed-omedan bukan tradisi ciuman seperti yang terlihat di media supel, melainkan saling tarik-menarik. Kebiasaan ini hanya boleh dijalani anggota baru masuk perguruan tinggi hingga yang belum menikah.

Tarian Gantar terbagi menjadi tiga spesies, yakni Gantar Rayat, Gantar Busai, dan Gantar Susah dan Kusak. Telingaan Aruu merupakan sebuah tradisi etiket Suku Dayak dengan tips memanjangkan telinga mereka.

Namun dengan terbukanya Baduy sebagai pariwisata berdampak juga pada pendidikannya. Para wisatawan yang mengarah daerah Kalimantan pun akan mencari panganan unik ini. Memiliki mereguk renyah dan gurih, kue ini mampu membuat orang-orang yang memakannya menjadi ketagihan. Berbahan dasar parutan kelambir, adonan dari kue ini dicampur dengan tepung & sedikit gula.

Selama perjalanan ke Baduy Luar, bahkan prosesi ke Baduy Dalam menunjukkan desa Cibeo, banyak penjual minuman ringan dan minuman botol di jalan. Masyarakat Baduy sama sekali tidak menyelami pendidikan seperti masyarakat metropolis.

About Willion

Check Also

Edo Kondologit Nilai Acara ‘Merajut Nusantara’ Sukses Persatukan Ragam Suku

Ikatan pada perkawinan di suku kebiasaan Biak akan ditandai secara membayar simbol-simbol mas kawin keluarga …