Kebudayaan Penting Dalam Keberlangsungan Hidup Kita

suku budaya

Tiap daerah atau masyarakat mempunyai corak dan akal budi masing-masing yang memperlihatkan petunjuk khasnya. Hal ini mampu kita lihat dari bermacam-macam bentuk kegiatan sehari-hari, misalnya upacara ritual, pakaian etiket, bentuk rumah, kesenian, norma, dan tradisi lainnya. Misalnya adalah pemakaman daerah Toraja, mayat tidak dikubur dalam tanah tetapi diletakkan pada goa.

Suku-suku golongan di Indonesia mempunyai berbagai perbedaan yang membentuk variabilitas di Indonesia. Keberagaman kehidupan sosial budaya masyarakat Nusantara, dipengaruhi faktor lingkungan. NIAT. com – Indonesia merupaka negara kepulauan yang maksimum dengan keragaman budaya, puak bangsa, ras, etnis, agama, maupun bahasa daerah. Salah satu corak budaya tani orang Bugis adalah mappataneng, tradisi berusahatani ala Bugis yang dikerjakan suku Bugis di Kalimantan, khususnya Kabupaten Nunukan.

Sejak zaman dahulu bangsa Indonesia dikenal serupa masyarakat yang majemuk. Hal ini tercermin dari pemeo “Bhinneka tunggal Ika” yang artinya berbeda-beda tetapi wajar satu. Kemajemukan yang tersedia terdiri atas keragaman umat bangsa, budaya, agama, etnis, dan bahasa. Indonesia ialah negara yang paling bermacam2 di dunia, terdiri kepada berbagai suku bangsa secara ras, etnis, budaya, keyakinan, dan bahasa daerah nun berbeda-beda. Meskipun demikian, sempang suku bangsa satu secara yang lain tetap bisa hidup bersama saling membatu dalam damai.

Corak budaya berusahatani ini siap dilihat/ditelusuri dari aneka kesigapan dari pra hingga pasca panen, dimana pemberian alam kepada manusia ditafsirkan sebagai karunia yang harus disyukuri melalui tradisi upacara tertentu. “Disamping itu diharapkan terciptanya jaringan lintas pelaku & kerjasama dalam rangka aplikasi budaya dan sosial akal budi masyarakat dalam kegiatan strategis daerah dan masyarakat. Disamping itu pemilik PT NHM meminta kepada kepala puak untuk melakukan program santunan kepada anak-anak yatim piatu, ” terang Amin.

Oleh karenanya sistem berusahatani juga biasa disebut serupa kegiatan budidaya pertanian. Berbagai suku dan bangsa dalam dunia memiliki corak serta ragam berusahatani, namun intinya adalah mengelola dan menjalankan sumberdaya tanaman dan ternak untuk keberlangsungan hidupnya.

Meningkat remaja – dewasa kamu juga akan menjadi anggota berbagai orang dan jenis kelompok, start menjadi kelompok teman bermain, organisasi sekolah, organisasi faktor sosial, ekonomi, politik seni dan seterusnya. Jadi terbuka sekali bahwa manusia tersebut sangat terikat dengan keluarga dan hidup bersama dalam kelompok serta tidak mungkin lepas dari suatu group. Oleh karena itu getah perca ahli sosiologi memandang keluarga atau golongan itu adalah unsur yang sangat berarti dalam masyarakat dan tak mungkin masyarakat tanpa ada kelompok sosial di dalamnya.

Kebiasaan mappataneng di lakukan sambil masyarakat tani suku Bugis yaitu bertanam padi pada sawah secara berkelompok. Sebelum acara mappattaneng dilaksanakan, tokoh adat atau orang dengan dituakan/rohaniawan akan mengundang orang tani setempat untuk tudang sipulung menentukan waktu bertanam. Di acara ini biasanya point pemerintah ikut dilibatkan, ialah PPL maupun aparat desa/kecamatan setempat. Berusahatani dapat dianggap sebagai suatu sistim akal budi yang seumur peradaban khalayak. Sejak manusia mengenal arti bertahan hidup, sejak tatkala itu berbagai upaya di lakukan untuk mempertahankan kehidupannya di muka bumi tersebut.

Suku Bugis tetap menggunakan wisma panggung walaupun perawatan, pajak bangun mahal, dan benda baku sulit didapat dengan alasan agar tidak kemudaratan jati diri sebagai Puak Bugis. Selain untuk mempertahankan jati diri sebagai Suku Bugis, rumah panggung saja merupakan konstruksi bangunan nun tahan terhadap gempa dibanding rumah bawah. Tidak sedikit juga masyarakat Suku Bugis di dukuh Batu Lawang, desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa yang sudah menggunakan graha bawah Interaksi Suku Bugis. Interaksi yang terjadi dalam Suku Bugis tidak hanya dilakukan oleh sesama Suku Bugis saja, tetapi saja dilakukan interaksi dengan puak lain, seperti suku Jawa, dan suku madura.

Pernikahan yang dilakukan oleh warga Suku Bugis tidak harus dilakukan oleh sesama Umat Bugis, melainkan dari mengantar suku. Meskikpun dulunya di Suku Bugis diharuskan mengikat dengan sesama Suku Bugis, tetapi saat ini hukum itu sudah tidak berlaku.

About Willion

Check Also

Edo Kondologit Nilai Acara ‘Merajut Nusantara’ Sukses Persatukan Ragam Suku

Ikatan pada perkawinan di suku kebiasaan Biak akan ditandai secara membayar simbol-simbol mas kawin keluarga …