Apa Sajakah Kesenian Tradisional Masyarakat Betawi

kesenian betawi

Bait pertama, kedua, dan keempat berpola a-b-a-b, sedangkan bait ketiga a-b-a-a. Begitu juga dengan roman Sengsara Membawa Nikmat karya Tulis Sutan Sati, mengambil latar Kota Padang dan suasana Minangkabau tempo dulu.

Terbuat dari bambu serta mengenakan baju berwarna bagus, ondel-ondel memiliki dua macam wajah. Baju adat Betawi pria yang digunakan sehari-hari sendiri adalah sadariah atau dikenal dengan istilah baju koko.

Untuk jaringan telekomunikasi, hampir di setiap kawasan dalam kota telah terjangkau jaringan telepon genggam. Layanan gratis internet tanpa kabel Wi-Fi atau dikenal dengan hotspot telah disebar pada beberapa perguruan tinggi, pusat perbelanjaan, hotel, sampai kantor polisi.

Dri sisi arsitektur, bangunan yg ada di Kota Padang saat ini berada di dalam transformasi penemuan kembali konvensi dalam bentuk ekspresi arsitektur modern tetapi tradisional. Kota ini secara umum bisa mengimbangi perkembangan bentuk arsitektur impor yang terus nampak di setiap kota pada Indonesia dengan seni arsitektur tradisionalnya. Hal ini pun terlihat selain pada bangunan dijumpai juga bermacam gapura pada beberapa ruas sarana dengan ciri khas atap gonjong.

Pada biasanya dibawakan oleh wanita, tari topeng khas Betawi mempunyai perbedaan dengan daerah sebagainya. Mulai dari jenis pakaian dengan paduan warna merah dan hijau yang terang, penghias kepala yang lebar, hingga jenis topeng yg digunakan. Sering dibawakan tuk membuka acara, tari topeng ini memiliki gerakan yg lincah dan rampak. 2 tokoh raksasa yang tingginya 2, 5 meter terkait dulunya sering menghibur penduduk Betawi di segala pekerjaan, mulai dari kenduri maka acara-acara pemerintahan yang tidak kecil.

Sekitar 60% akan kebutuhan air bersih dipasok dari perusahaan pemerintah daerah ini. Adapun untuk mengantisipasi kebutuhan akan energi listrik, Padang mengandalkan PLTU Teluk Sirih unit I yang terletak di Kecamatan Bungus Teluk Kabung dengan kapasitas 1×112 MW.

Roman ini menceritakan pengembaraan seorang tokoh utamanya bernama Midun, yang kemudian juga diangkat oleh TVRI tahun 1991 menjadi film layar kaca/sinetron dengan judul yang sama, serta dibintangi oleh Sandy Nayoan dan Desy Ratnasari. Sementara lagu berjudul Teluk Bayur diciptakan oleh Zainal Arifin dan dinyanyikan oleh Ernie Djohan menjadi lagu cukup populer di masyarakat tahun 60-an. Di kota Padang juga terdapat puluhan studio rekaman yang banyak disewa oleh para produser dari Jambi, Riau, Sumatra Selatan, dan Sumatra Utara. Selain itu, Kota Padang dan Kota Bukittinggi merupakan basis bagi industri musik pop Minang.

Gonjong ini adalah salah satu bagian simbol etnik, merepresentasikan makna filosofi Minangkabau yang terabstrasikan ke dalam bentuk bangunan. Namun sekarang telah terjadi pergeseran nilai budaya mengancam eksistensi nilai-nilai yang masih asli, masyarakat Minang pun merasakan bahwa citra arsitektur vernakular mereka cukup terwakili dengan atap gonjong saja. Gamelan adalah seperangkat alat tonkunst yang cara memainkannya ialah dengan ditabuh atau dipukul.

Liriknya berkisah tentang lelaki muda yang menyatakan perasaannya dan ingin bersanding dengan gadis pujaannya. Ungkapan perasaan dan penghargaan terhadap sang gadis terdapat dalam potongan lirik // kalau tidak nona, karena tuan sayang // tidaklah kami ya nona, sampai kemari //. Syair lagu pop Melayu ini berbentuk pantun dengan pola yang tidak selalu sama di setiap baitnya.

Namun baju koko khas Betawi pada umumnya adalah berwarna putih polos. Sementara untuk celana yang digunakan oleh suku Betawi pria adalah motif batik. Lagu Sirih Kuning merupakan lagu tradisional suku Betawi yang diiringi menggunakan musik gambang kromong. Lagu ini juga digunakan untuk mengiringi tarian dengan nama serupa yaitu tari Sirih Kuning.

Lagu Sirih Kuning merupakan salah satu lagu tradisional yang berasal dari provinsi DKI Jakarta dan erat kaitannya dengan suku Betawi. Lagu ini biasanya dinyanyikan untuk mengiringi Tari Sirih Kuning, suatu tarian khas Suku Betawi yang hingga kini tetap lestari. Musik pengiring tari Sirih Kuning adalah Gambang Kromong, yang memadukan gamelan dengan alat-alat musik gesek Tionghoa yaitu sukong, tehyan, dan kongahyan yang berfungsi sebagai bass. Lagu pengiring tarian ini adalah Sirih Kuning yang dalam bahasa Melayu berarti gadis belia nan elok.

Oleh masyarakat Jawa, gamelan ini diyakini telah diciptakan oleh Dewa Penguasa Tanah Jawa bernama Sang Hyang Guru Era. Umumnya, oru?e musik ini dipakai tuk mengiringi pertunjukan tari serta pagelaran wayang.

About Willion

Check Also

Kebudayaan Suku Sunda

Hal ini seperti memanjat atau melempar durian muda, meracun ikan di sungai atau alue, berkelahi …