Masalah keuangan bisa terjadi pada siapa saja, termasuk Anda yang cermat mengelola keuangan.

Parahnya, banyak orang tidak sadar bahwa mereka memiliki masalah keuangan.

Mereka baru tersadar pengeluaran mereka lebih besar daripada pendapatan ketika masalah besar sudah menghadang di depan mata.

Tabungan tak ada, padahal anak harus membayar biaya masuk ke SMP, atau suami kehilangan pekerjaan.

Anda yang saat ini merasa tidak punya masalah dengan keuangan, jangan langsung ge-er.

Bila Anda menemukan dua saja dari ciri-ciri di bawah ini, artinya Anda sebenarnya sudah bermasalah dengan uang.

1. Anda mendahulukan uang daripada kesehatan, cinta, keluarga, dan persahabatan.

Hanya demi mengejar uang, Anda membatalkan rencana liburan bersama anak, atau menemani orangtua yang sedang sakit.

2. Anda membeli barang-barang mewah hanya agar dikagumi orang lain. Si ABG Anda mungkin akan merengek minta dibelikan gadget terbaru seperti yang dimiliki teman-temannya.

Wajar bila ini terjadi padanya, karena di masa remaja ia butuh diterima oleh teman-teman sebayanya.

Tetapi bila Anda yang membeli barang-barang mahal agar keberadaan Anda diakui oleh orang lain, Anda betul-betul dalam bahaya.

3. Anda tidak tahan untuk menyimpan uang, sehingga Anda menghabiskan sisa uang gaji Anda pada akhir bulan.

Kebiasaan menghabiskan uang tanpa punya tabungan seperti ini akan terus terbawa, meskipun gaji Anda telah naik berkali-kali lipat.

Ketika gaji semakin naik, gaya hidup semakin naik, bukan?

4. Anda merasa bersalah ketika membelanjakan uang bila ada keperluan mendesak.

Hal ini kebalikan dari situasi di atas: Anda merasa sayang menggunakan uang untuk sesuatu yang tidak berkaitan langsung untuk kepentingan Anda.

Misalnya, membuat pergola untuk menghindari terpaan panas dan hujan pada kendaraan Anda di rumah, atau menghabiskan banyak uang untuk uang masuk  sekolah anak.

5. Anda percaya bahwa uang bisa memecahkan segala masalah.Uang memang bisa menyelesaikan masalah, tetapi tidak semuanya.

Banyak orang kaya yang mampu berobat di luar negeri, tetapi uang tidak bisa memberikannya kesehatan.

Menyekolahkan anak di sekolah-sekolah yang menetapkan biaya masuk hingga puluhan juta rupiah, misalnya, mampukah membuat anak menjadi orang yang berempati dengan lingkungan sekitarnya?

6. Anda bisa mengatakan kepada orang lain, berapa banyak uang yang Anda bawa di dalam dompet.

Kemungkinannya ada dua: Anda membawa terlalu banyak uang (untuk berjaga-jaga jika nanti saat mampir ke mal ada barang bagus yang bisa dibeli), atau terlalu sedikit uang yang tersisa hingga tinggal recehan.

7. Anda selalu menawarkan untuk membayar bill saat bersantap di restoran atau hangout di kelab  bersama teman-teman.

Bukan karena Anda sedang berulang tahun dan ingin mentraktir mereka, tetapi supaya mereka mengira Anda punya banyak uang.

Padahal, Anda sering tekor di akhir bulan. Jadi, marilah kita mulai lebih bijak menggunakan uang kita.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.